Showing posts with label Corat-coret. Show all posts
Showing posts with label Corat-coret. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

PENGALAMAN MEMBUAT DAN MEMPERPANJANG SIM C

TAHAP PEMBUATAN SIM BARU


Punya SIM C dimulai pada tahun 2004 saat semester akhir kuliah di kampus tercinta UNPAD. Berawal iseng mengisi liburan (sebenarnya meliburkan diri karena dosen pembimbing skripsi ke jepang), saat itu membaca berita "hilang"nya calo pembuatan SIM di SAMSAT Daan Mogot yang kata tu koran terobosan pimpinan baru...

Singkat kata singkat cerita, nodong ke nyokap deh minta doku untuk bikin SIM.. dapat sekitar 150 rb.

1. STEP Pertama 
Berangkat dari rumah ke terminal Kp Rambutan lalu naik Maya sari anaknya Bpk Bakti hehehe... jurusan X-Deres....
Turunlah tepat di seberang SAMSAT Daan mogot, kesan pertama itu berita gak bohong dalam artian tidak ada seorang calopun yang datang "menyambut" saya disana.
Sejak turun dari bis lalu nyebrang terus sampai masuk ke dalam ruangan pelayanan SIM tersebut.

2. STEP kedua (A)
Ikuti process flow yang ada, ingatan ini kurang lebih mulai dari DAFTAR lalu Test Kesehatan lalu pindah area untuk Test tulis...
Saat itu (kembali sesuai ingatan) yang lulus test tulis adalah bila benar menjawab soal minimal 18

Wednesday, September 4, 2013

Belajar di Waktu Kecil Bagai Mengukir di Atas Batu.....

Assalamu'alaikum

Hari ini salah satu teman di group WA (Whatsapp) bertanya tentang dhomir (kata ganti). Kenapa kalimat Do'a untuk yang sakit sering "beda" di pengamatan temanku ini. Kadang Syafakallah kadang juga Sayakillah atau Syafahullah ataupun Syafakumullah.
Bagi yang pernah belajar bahasa arab, minimal tentang Dhomir mutashil pasti ngerti dong jawabannya.
Bukan soal jawaban, tapi tentang syair/nasyid tentang mencari ilmu yang sering ku dengar di majlis ta'lim terutama MT ibu-ibu :
.......
Belajar diwaktu kecil 
bagai mngukir diatas batu 2x
Belajar sesudah dewasa 
bagai mengukir diatas air

Friday, May 17, 2013

KHUTBAH SHOLAT JUM'AT

Tiba-tiba mau menulis tentang khutbah jum'at hari ini, mungkin karena minggu lalu merasa "tidak 100% sefaham" dengan materi khutbah jum'at lalu hati jadi galau/gusar deh, tapi hari ini saat khutbah hati ane kalem-kalem aja....
Kalau kenapa bisa begitu? jawaban bisa macam-macam?
bisa karena memang minggu lalu hati ane kurang "lapang" (lapangan bola kali ;-) ) dibandingan hari ini, cara penyampain khotib yang "gimana gitu" dan lain-lain.

Bila hari kerja--dan ane masuk kerja tentunya -- sholat jum'at hanya ane lakukan di Masjid kawasan KIIC atau musholah pabrik tempat nguli dan hanya kadang-kadang sholat di masjid kawasan.

Khutbah jum'at beda dengan ceramah dimajlis ta'lim, khutbah jum'at setahu ane ada rukun-rukun yang harus dipatuhi dan untuk jamaah juga ada tata caranya. Simplenya mah tong ngabantah dan dengerin wae eta khutbah.
Karena hal ini lah kadang yang sering bikin gusar/galau dihate aing....seperti beberapa minggu lalu.
Jadi solusinya naon dong?
Kalau pake analisa mendalam dan mencari sebab-musabab atau faktor-faktor yang membuat gw galau/gusar adalah :
  1. Sisi pendengar/jama'ah (ane maksudnya)
  2. Sisi Khotib 
  3. dan Materi khutbah
Point 1 dan 2 pastinya harus tahu ilmu tentang masing-masing peran, kita bisa baca dan pahami tentang hal itu. Point 3 ini yang sering dilupakan, karena menurut ane ini yang kadang membuat ane galau/gusar yang kadang bikin mau angkat tangan untuk interupsi/bertanya....(bisa kacau tuh sholat jum'at kalau kejadian kan?hehehe)
So, untuk para temans yang sering bertindak sebagai khotib...permintaan atau saran ane, tolong pilih-pilih materi yang akan disampaikan dikhutbah jum'at, jangan yang bernuasa khilafiyah atau sangat mengundang peluang jamaah untuk bertanya atau konfirmasi.

cukup dulu deh, hanya permintaan dan saran kalau gak dikasih atau diterima juga gak apa-apa

mohon Maaf sebelumnya.....
Terus belajar